Beranda / Layanan / Syarat Penerbitan Akta Kelahiran

Syarat Penerbitan Akta Kelahiran

Penerbitan Akta Kelahiran

Pembuatan Akta Kelahiran

Persyaratan:

  1. Mengisi Formulir F-2.01
  2. Surat kelahiran dari dokter/bidan/penolong kelahiran;
  3. Melampirkan KTP untuk 2 (dua) orang saksi kelahiran;
  4. KK orang tua; dan
  5. Kutipan Akta Nikah/ Akta Perkawinan orang tua.

Tata Cara Pembuatan Akta Kelahiran bagi Penduduk Warga Negara Indonesia:

  1. Mengisi Formulir Surat Keterangan Kelahiran dengan menunjukan persyaratan kepada Petugas Registrasi di Kantor Desa/Kelurahan.
  2. Mengisi Formulir Surat Keterangan Kelahiran sebagaimana dimaksud ditandatangani oleh pemohon dan diketahui oleh Kepala Desa/Lurah.
  3. Kepala Desa/Lurah berkewajiban meneruskan Formulir Surat Keterangan kepada instansi Pelaksana untuk diterbitkan Kutipan Akta Kelahiran.
  4. Dalam hal UPTD Instansi Pelaksana tidak ada, Kepala Desa/Lurah menyampaikan ke kecamatan untuk meneruskan Formulir Surat Keterangan Kelahiran kepada Instansi Pelaksana.
  5. Pejabat Pencatatan Sipil pada Instansi Pelaksana/UPTD Instansi Pelaksana mencatat dalam Register Akta Kelahiran dan menerbitkan Kutipan Akta Kelahiran dan menyampaikan kepada Kepala Desa/Lurah atau kepada pemohon.

Tata Cara Pencatatan Kelahiran anak yang tidak diketahui asal usulnya atau keberadaan orang tuanya:

  1. Pelapor/pemohon mengisi formulir surat keterangan kelahiran dengan menyertakan Berita Acara Pemeriksaan Kepolisian kepada Instansi Pelaksana.
  2. Pejabat Pencatatan Sipil pada Instansi Pelaksana mencatat dalam Register Akta Kelahiran dan menerbitkan Kutipan Akta Kelahiran.

Perubahan nama dalam Akta Kelahiran

Persyaratan:

  1. Mengisi Formulir F-2.02
  2. salinan penetapan pengadilan negeri tentang perubahan nama;
  3. Kutipan Akta Catatan Sipil;
  4. Kutipan Akta Perkawinan bagi yang sudah kawin;
  5. fotokopi KK; dan
  6. fotokopi KTP.

Tata Cara Pencatatan perubahan nama Akta Kelahiran:

  1. Pemohon mengisi dan menyerahkan Formulir Pelaporan Perubahan Nama.
  2. Pejabat Pencatatan Sipil pada Instansi Pelaksana atau UPTD Instansi Pelaksana membuat catatan pinggir pada register akta catatan sipil dan kutipan akta catatan sipil;
  3. Instansi Pelaksana atau UPTD Instansi Pelaksana merekam data perubahan nama dalam database kependudukan.

Tata Cara Pembetulan akta pencatatan sipil:

  1. Mengisi dan menyerahkan formulir pembetulan akta pencatatan sipil dengan melampirkan dokumen dimana terdapat kesalahan tulis redaksional dan menunjukan dokumen autentik yang menjadi persyaratan penerbitan pencatatan sipil
  2. Pejabat pencatatan sipil membuat akta pencatatan sipil baru untuk mengganti akta pencatatan sipil dimana terdapat kesalahan tulis redaksional, dan menarik serta mencabut akta pencatatan sipil lama dari pemohon;
  3. Pejabat pencatatan sipil membuat catatan pinggir pada register akta pencatatan sipil yang dicabut mengenai alasan penggantian dan pencabutan akta pencatatan sipil.
  • Proses pembuatan 1hari kerja
  • Terlambat >60 hari, Denda Rp 40.000,-
  • Perubahan Nama, Denda Rp 100.000,-

dikutif dari “Prodesur dan Tata Cara Memperoleh Dokumen” yang diterbitkan Disdukcapil Kota Banjar (https://disdukcapil.banjarkota.go.id)

Bagikan ini: