Beranda / Berita / Belajar Kelola Kampung KB, Tujuh Desa dari Kabupaten Tasikmalaya Kunjungi Karyamukti Banjar

Belajar Kelola Kampung KB, Tujuh Desa dari Kabupaten Tasikmalaya Kunjungi Karyamukti Banjar

Sebanyak tujuh pemerintahan desa dari Kecamatan Sukaratu, Kabupaten Tasikmalaya, melakukan studi banding ke Desa Karyamukti, Kecamatan Pataruman, Kota Banjar, terkait pengelolaan Kampung KB Ragamukti di Dusun Cigadung, Desa Karyamukti, Selasa (26/09/2017).

Kampung KB
Pembukaan sambutan rombongan studi banding Kampung KB dari Kecamatan Sukaratu Kabupaten Tasikmalaya di Desa Karyamukti, Kecamatan Pataruman, Kota Banjar. Photo: Muhafid/HR.

 

Kedatangan rombongan yang berjumlah sekitar 50 orang, terdiri dari perangkat desa dari tujuh desa dan Sekretaris Kecamatan (Sekmat) Sukaratu itu, langsung disambut para kader di halaman Kantor Desa Karyamukti, dengan lantunan beberapa tembang khas Kampung KB dan juga tarian khas Desa Karyamukti.

Tak hanya itu, pemberian cinderamata dari tamu juga langsung diberikan perwakilan rombongan kepada Kepala Desa Karyamukti, Ajat Sudrajat, dalam acara penyambutan sekaligus pembukaan.

Kepala Desa Tawang Banteng, Kecamatan Sukaratu, Kabupaten Tasikmalaya, Dadi Kasimuradi, mengatakan, pihaknya sudah sejak lama berkeinginan melakukan studi banding ke lokasi Kampung KB terbaik yang berada di Kota Banjar. Namun, baru kali ini pihak desanya bersama rombongan bisa datang untuk menambah wawasan soal Kampung KB.

“Di kita itu sudah ada Kampung KB, tapi masih terbilang baru. Makanya untuk lebih memantapkan lagi pengelolaan dan sebagainya, kita harus belajar ke desa yang sudah berpengalaman, seperti Desa Karyamukti ini,” tuturnya, kepada Koran HR, saat ditemui disela-sela kegiatan.

Ia juga mengatakan, awalnya rencana studi banding ini diikuti oleh 16 orang dari Desa Tawang Banteng. Namun, setelah mendengar rencana tersebut, antusias desa-desa lain di Sukaratu cukup besar untuk belajar lebih dalam soal Kampung KB di Karyamukti.

“Kami rasa studi banding ini sangat penting. Sebab, untuk memajukan daerah perlu adanya referensi dan pengetahuan yang mumpuni sebelum melangkah lebih jauh, dan ini sesuai dengan kondisi di daerah kita, yang mana Kampung KB baru terbentuk. Mudah-mudahan ini menjadi motivasi para peserta untuk mengembangkan di desa masing-masing,” kata Dadi.

Sementara itu, Kepala Desa Karyamukti, Ajat Sudrajat, mengatakan, pihaknya sangat berterima kasih kepada rombongan yang jauh datang dari Tasikmalaya, mau berkunjung dan menyerap pengetahuan soal Kampung KB Ragamukti.

Meski ia mengungkapkan sudah ada 33 provinsi dan kota lain yang datang melakukan studi banding ke Karyamukti, namun Ajat tidak menampik untuk menerima masukan dan saran agar kegiatan pemberdayaan masyarakat di desanya lebih baik lagi.

“Alhamdulillah, kita mendapat kepercayaan Kampung KB Ragamukti sebagai lokasi studi banding dari berbagai wilayah di Indonesia. Meski demikian, kami dari pemerintah desa hanya bisa memfasilitasi dengan berbagi pengetahuan melalui para kader dan perangkat yang ada soal Kampung KB ini. Tentunya masukan dan saran dari rombongan demi kemajuan Kampung KB ini sangat kami harapkan,” ungkap Ajat.

Diketahui, sebelum Presiden Jokowi mencanangkan Kampung KB secara serentak di seluruh wilayah Indonesia, di Dusun Cigadung, Desa Karyamukti, sudah lebih dulu merintis Kampung KB, yakni pada tahun 2011 dan diresmikan tahun 2012.

Keberadaan Kampung KB di Kota Banjar sendiri sudah ada sejak tahun 2009, dan pada tahun 2016 tercatat sebanyak 25 Kampung KB telah berdiri di wilayah Kota Banjar.

Sumber : harapanrakyat.com

Bagikan ini:

Periksa Juga

Limbah Batok Kelapa Bisa Menjadi Sumber Penghasilan

Limbah Batok Kelapa Bisa Menjadi Sumber Penghasilan

Limbah batok kelapa yang selama ini seringkali diabaikan, ternyata jika diolah dengan kreatif bisa  menjadi …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.